
Tulisan ini adalah kata-kata yang tidak sempat terucap saat malam renungan wisuda :
Assalamualaikum teman-teman, saya benar-benar ingin mengucapkan terima kasih
untuk seluruh teman-teman TI 2004. Atas kebesaran hati kalian menerima saya sebagai
bagian dari TI 2004.
Saya datang sebagai seorang mahasiswa yang cupu (kalo kata Aldut) dan gak ngerti apa-apa
soal pergaulan dan cara berteman yang baik.
Saya datang sebagai seorang mahasiswa yang bodoh (ampe sekarang kali ya...hehe...) yang
selalu bertanya soal tugas dan jawaban tanpa ingin tahu prosesnya.
Saya datang sebagai seorang yang dominan (yang kadang dibilang penjilat oleh sebagian orang)
yang ingin menguasai berbagai situasi dan memenangkan sesuatu yang kadang tidak ada
hubungannya soal kalah dan menang.
Saya datang sebagai orang yang suka memanfaatkan orang lain (yang kadang dibilang sebagai
orang yang hanya ingin berteman dengan teman yang bermobil), tidak mau tahu tentang kesusahan
orang lain dan datang hanya kalo butuh dan ada maunya.
Saya datang sebagai orang yang perhitungan (orang yang susah untuk berbuat ikhlas dalam
kesehariannya) yang selalu menimbang-nimbang perbuatan orang lain dan membalas perlakuan
orang yang jahat ama gw
Begitu banyak sifat buruk dalam diri saya yang saya tahu mungkin banyak pihak yang dirugikan...
... akan tetapi entah kenapa gw merasa nyaman di antara lingkungan TI ITB terutama 2004 dan
semakin hari gw berpikir dan merenung saya mendapat jawaban bahwa lingkungan di sekitar saya
mau berteman dengan saya apa adanya.
Saya tidak mendapatkan satu orang temanpun di teknik industri ITB tapi saya mendapatkan banyak
saudara dan keluarga yang saling mengerti satu sama lain. Semakin hari saya semakin dapat merasakan
sakit yang dirasakan saudara saya di teknik industri ITB. Hal tersebut sangat saya rasakan ketika saya
mengerjakan tugas akhir dimana paper tersebut tidaklah hanya hasil pemikiran saya namun merupakan
gabungan dari hati dan pikiran teman-teman di sekitar saya dan saya sangat bangga dengan tugas akhir
ini.
Saya benar-benar bersyukur berada di lingkungan TI ITB dan saya benar-benar banyak belajar dari teman2
saya mengenai arti dari sebuah prinsip dan idealisme, mengenai arti dari saling berbagi, dan mengenai arti
dari sebuah kerjasama.
Saat ini satu demi satu teman saya mulai pergi dimulai dari abid, rifiki, febri, rahmat, dan begitu pula dengan
saya. Suasana kampus yang berubah dan sangat sepi, saat itu saya baru benar-benar merasa kehilangan
saudara-saudara saya. Walau malam wisuda saya tidak menitikan air mata sedikitpun tapi hati saya sangat
menangis dan kehilangan kalian.
Begitu banyak kenangan yang ditinggalkan dan saya bedoa pada Yang Kuasa untuk tidak menghilangkan
sejuta kenangan ini. Sampai jumpa teman-teman, Teruslah berjuang teman-teman, karena hidup
adalah perjuangan, kerja keras, dan pantang menyerah. Karena persahabatan kita tidak akan terpisah oleh
jarak, tidak akan termakan oleh waktu, dan kita akan selalu berlomba-lomba dalam kebaikan.

